Status Tersangka Gugur, KPK Segera Lepas Helmut Dari Rutan

Wakil Ketua KPK Alexander Marwata (Foto: Oktavian/Rakyat Merdeka)

MAKCAUHAI.com  Rakyat Merdeka – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan, mantan Direktur Utama PT Citra Lampia Mandiri (CLM) Helmut Hermawan akan dilepas dari Rumah Tahanan (Rutan) KPK.

Dilepasnya Helmut, merupakan buntut dari putusan praperadilan yang menyatakan status tersangkanya tidak sah.

“Untuk sementara dilepas,” ujar Wakil Ketua KPK Alexander Marwata saat dikonfirmasi, Selasa (27/2/2024).

KPK sendiri mengambil ancang-ancang bakal kembali mentersangkakan Helmut.

Sebab Alex bilang, putusan praperadilan itu hanya mempermasalahkan soal prosedur penetapan tersangka terhadap Helmut.

“Kalau alasannya karena penetapan tersangka dilakukan pada tahap penyelidikan naik ke penyidikan, ya tinggal ditetapkan lagi sebagai tersangka ketika sudah dilakukan penyidikan. Ini kan hanya masalah prosedur,” tegasnya.

Menurut Alex, selama 20 tahun KPK berdiri, hakim tidak pernah mempersoalkan penetapan tersangka pada tahap penyelidikan yang naik ke penyidikan.

“Mungkin hakim yang menyidangkan praperadilan perkara ini tidak mengikuti putusan-putusan hakim praperadilan dalam perkara sebelumnya,” tuturnya.

“Atau hakimnya sangat istimewa, sehingga mengabaikan bukti-bukti yang diajukan jaksa KPK,” sindir Alex.

Terpisah, Kepala Bagian (Kabag) Pemberitaan KPK Ali Fikri menyatakan, KPK tengah merumuskan langkah pasca putusan praperadilan tersebut. 

Sebab, kata dia, meski status tersangka Helmut gugur, substansi materi perkaranya tidak ikut gugur.

“Sehingga nanti kami analisis lebih lanjut untuk mengambil langkah hukum berikutnya,” ucapnya.

Dalam sidang pembacaan putusan, Hakim Tunggal PN Jaksel Tumpanuli Marbun menyatakan, status tersangka Helmut tidak sah lantaran KPK belum memiliki dua alat bukti saat menetapkannya sebagai tersangka.

Penetapan tersangka dilakukan KPK bersamaan dengan proses penyidikan.

Padahal, menurut hakim, sesuai hukum acara, seharusnya penyidikan dilakukan terlebih dahulu sebelum dilakukan penetapan tersangka, bukan sebaliknya.

Sebelumnya KPK menyebut, Helmut menyuap Eddy Hiariej senilai Rp 8 miliar lewat asisten pribadinya, Yogi Arie Rukmana dan Yosi Andika Mulyadi selaku pengacara.

Rinciannya, pertama, sebesar Rp 4 miliar untuk konsultasi hukum terkait sengketa hukum kepemilikan PT CLM.

Kemudian, kedua, pemberian Rp 3 miliar untuk mengurus permasalahan Helmut di Bareskrim Polri. Eddy menjanjikan proses hukumnya dihentikan melalui SP3.

Sementara ketiga, sebesar Rp 1 miliar, diberikan Helmut untuk pencalonan Eddy sebagai Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (PP Pelti).https://sayurkole.com/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*