Tinjau Banjir Di Sumbar

Menteri PUPR Pastikan Jalan Objek Vital Pertamina Tidak Terputus

Penanganan jalur lintas barat Sumatera dari Bengkulu-Painan hingga Padang terus dikerjakan oleh PUPR.
Penanganan jalur lintas barat Sumatera dari Bengkulu-Painan hingga Padang terus dikerjakan oleh PUPR.

RM.id  Rakyat Merdeka – Basuki Hadimuljono memastikan jalan objek vital Pertamina di Pesisir Selatan Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) tidak terputus akibat banjir dan longsor yang dipicu hujan deras yang mengguyur sejak Kamis (7/3) sore.
 
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) ini juga menargetkan, penanganan banjir disana tuntas dalam dua minggu. 

“Pembersihan dan perbaikan konektivitas di Jalan Raya Padang-Painan Kabupaten Pesisir Selatan Provinsi Sumbar, ditargetkan rampung seluruhnya dan kembali normal dalan waktu dua minggu ke depan,” kata Basuki saat meninjau penanganan pascabencana banjir di Kabupaten Pesisir Selatan, Provinsi Sumatera Barat, Senin (11/3). 

Menteri dari PDI Perjuangan ini mengatakan, saat ini jalur Lintas Barat Sumatera dari Bengkulu-Painan hingga Padang, telah terbuka dan bisa dilalui kendaraan roda 4. Namun kata Pak Bas material longsoran dan rumah warga terdampak masih dalam tahap pembersihan.

“Saya ditugasi Pak Presiden untuk melakukan langkah penanganan bencana banjir di Sumbar. Kementerian PUPR bertanggung jawab untuk pemulihan sarana prasarana umum, terutama jalan dan air bersih,” ujar Basuki bersama Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah dan Bupati Pesisir Selatan, Rusma Yul Anwar. 

Dikatakan Basuki, dari 12 kabupaten yang terdampak banjir. Menurut informasi Gubernur Sumbar, ada lima yang parah dan terparah ada di Kabupaten Pesisir Selatan. 

Pada jalur utama kata Basuki, ada objek vital Pertamina yang tidak boleh terputus rantai distribusi ke Kabupaten/Kota lain, termasuk ke Pelabuhan Teluk Bayur Padang dan pengangkutan CPO dari Bengkulu. 

“Untuk itu saya minta dalam seminggu ini kondisi jalan yang terdampak longsor sudah bersih semua,” janji Basuki. 

Kemudian untuk penanganan longsor di tepi sungai yang mengikis badan jalan nasional, Menteri dua periode ini telah menugaskan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Sumatera Barat bersama para kontraktor yang ada untuk melakukan penanganan dengan memasang dinding penahan tebing (sheetpile).

“Terutama pada titik-titik rawan longsor untuk segera ditangani dalam dua minggu ke depan. Jalan yang rusak juga segera kembali diaspal, sehingga dalam dua minggu kondisi daerah sudah kembali bersih dan normal,” ujar Basuki.

Menteri Basuki juga mengatakan, Kementerian PUPR akan melakukan investigasi pada 8 jembatan gantung di Kabupaten Pesisir Selatan, yang rusak akibat banjir. 

“Kami akan survei jembatan gantung tersebut, apakah perlu diganti karena rusak berat atau bisa diperbaiki. Sedangkan untuk penanganan rumah warga yang rusak masih menunggu hasil pendataan dari BNPB,” ujarnya. 

Untuk pemenuhan kebutuhan air bersih bagi warga terdampak bencana, Menteri Basuki menginstruksikan kepada Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V dan Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Sumbar untuk segera menyiapkan sumur bor untuk air bersih warga. 

Selain itu, untuk membantu Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan memulihkan kondisi layanan jaringan air bersih Kota Painan dari PDAM.https://sayurkole.com/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*